PENDAPATAN NASIONAL
I.
Definisi Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional dapat didefinisikan
sebagai:
· Nilai barang dan jasa yang diproduksi
masyarakat suatu negara dalam dalam suatu periode tertentu (satu tahun).
· Jumlah pengeluaran nasional untuk membeli
barang dan jasa yang dihasilkan
· Jumlah pendapatan yang di terima faktor-faktor
produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa.
Jika dilihat dari jumlah barang dan jasa yang
dihasilkan, pendapatan nasional dapat dikelompokkan menjadi:
1.
Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product)
Produk
Domestik Bruto yaitu nilai barang dan jasa yang diproduksi masyarakat suatu
negara dalam periode teretentu, biasanya satu tahun. GDP dihitung dengan
menjumlahkan semua hasil produksi barang dan jasa dari masyarakat yang tinggal
di suatu negara, ditambah warga negara asing yang bekerja di negera tersebut.
Selain PDB, kita mengenal Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB merupakan
nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh seluruh masyarakat yang tinggal di
suatu daerah (region).
2.
Produk Nasional Bruto (Gross National Product)
Produk
Nasional Bruto yaitu seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan
oleh warga negara suatu negara tertentu di manapun berada dalam periode
tertentu , biasanya satu tahun.
Rumus: GNP
= GDP – Produk netto terhadap luar negeri
3.
Produk Nasional Neto (Net National Product)
Yaitu
seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara
dalam periode tertentu biasanya satu tahun, setelah dikurangi penyusutan dan
barang pengganti modal.
Rumus: PNN=
PNB – (Penyusutan + Barang pengganti modal)
4.
NNP (Net National Product)
NNP adalah
jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu,
setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
Rumus : NNP
= GNP – Penyusutan
5.
NNI (Net National Income)
NNI adalah
jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak
tidak langsung (indirect tax)
Rumus
: NNI = NNP – Pajak tidak langsung
6.
PI (Personal Income)
PI adalah
jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke
tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran
jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
Rumus : PI = (NNI + transfer payment) –
(Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan)
7.
DI (Disposible Income)
DI adalah
pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh
penerimanya.
Rumus : DI
= PI – Pajak langsung
II.
Metode Perhitungan Pendapatan Nasional
1. Pendekatan
Produksi (Output Approach)
Menurut metode ini, pendapatan nasional atau
PDB yaitu total output (produksi) yang dihasilkan oleh masyarakat dalam
perekonomian suatu negara. Cara perhitungan pendapatan nasional menurut pendekatan produksi dalam
praktiknya yaitu dengan membagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi.
Jumlah output setiap sektor merupakan jumlah output seluruh perekonomian. Hanya
saja, ada kemungkinan bahwa output yang dihasilkan suatu sektor perekonomian
berasal dari output sektor lain, atau merupakan input bagi sektor ekonomi yang
lainnya. Dengan kata lain, jika tidak berhati-hati akan terjadi perhitungan
ganda (double accounting) atau bahkan multiple accounting. Akibatnya angka PDB
bisa menggelembung beberapa kali lipat dari angka yang sebenarnya. Untuk
menghindarkan hal tersebut, maka dalam perhitungan PDB dengan metode produksi,
yang dijumlahkan yaitu nilai tambah (value added) setiap sektor.
Rumus: Y
= (PXQ)1 + (PXQ)2 +.....(PXQ)n
Ket: Y
= Pendapatan Nasional
P = harga
Q = kuantitas
2. Pendekatan
Pendapatan (Income Approach)
Pendapatan nasional menurut metode pendapatan
memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor
produksi yang digunakan dalam proses produksi. Pendapatan nasional merupakan
hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang
diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
Rumus: PN=
r + w + i + p
Ket: r=
pendapatan sewa( rent)
w= upah atau gaji (wage)
i= pendapatan bunga (interest)
p= keuntungan (profit)
3. Pendekatan
Pengeluaran (Expenditure Approach)
Merupakan nilai total pengeluaran dalam
perekonomian selama periode tertentu.
Rumus: Y
= C + I + G + (X - M)
Ket :
Y = Pendapatan Nasional
C = konsumsi masyarakat
I = investasi
G = pengeluaran pemerintah
X = ekspor
M= impor
Menurut metode ini ada beberapa jenis
pengeluaran agregat dalam suatu perekonomian, yaitu:
a)
Konsumsi
Rumah Tangga (Household Consumption)
Pengeluaran sektor rumah tangga dipakai untuk konsumsi akhir, baik barang
dan jasa yang habis dalam tempo setahun atau kurang (durable goods) maupun
barang yang dapat dipakai lebih dari setahun/barang tahan lama (non-durable
goods).
b)
Konsumsi
Pemerintah (Government Consumption)
Yang masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah adalah
pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang digunakan untuk membeli barang dan jasa
akhir (government expenditure). Sedangkan pengeluaran-pengeluaran untuk
tunjangan-tunjangan sosial tidak masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah.
c)
Pengeluaran
Investasi (Investment Expenditure)
Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) merupakan pengeluaran
sektor dunia usaha. Yang termasuk dalam PMTDB adalah perubahan stok, baik
berupa barang jadi maupun barang setengah jadi.
d)
Ekspor
Neto (Net Export)
Yang dimaksud dengan ekspor bersih adalah selisih antara nilai ekspor
dengan impor. Ekspor neto yang positif menunjukkan bahwa ekspor lebih besar
daipada impor. Perhitungan ekspor neto dilakukan bila perekonomian melakukan
transaksi dengan perekonomian lain (dunia).
III.
Manfaat Mempelajari Pendapatan Nasional
1.
Untuk
menggambarkan jenis perekonomian dan strukturnya. Dari perhitungan pendapatan
nasional dapat diketahui apakah suatu negara cenderung dimasukkan dalam
golongan negara industri atau agraris.
2.
Membandingkan
perekonomian antarnegara dan antardaerah. Dengan data perbandingan itu, kita
dapat mengetahui mengapa pendapatan negara A rendah sementara negara B tinggi,
mengapa pendapatan provinsi yang satu tinggi, sementara provinsi yang lain
rendah.
3.
Membandingkan
data pendapatan dari waktu ke waktu. Pendapatan nasional dihitung setiap tahun.
Karenanya, kemajuan atau kemunduran tiap sektor dapat dihitung. Data ini
diperlukan untuk menentukan kebijakan di bidang ekonomi.
4.
Membantu
pemerintah merumuskan kebijakan di bidang ekonomi. Dengan data yang tersedia,
dapat diambil kesimpulan langkah apa yang harus diambil untuk memperbaiki
perekonomian.
Tujuan mempelajari pendapatan
nasional:
1.
Mengetahui
perkembangan pendapatan dari tahun ke tahun
2.
Mengetahui
struktur perekonomian suatu negara, apakah negara agraris atau negara industri.
3.
Mengetahui
kemajuan suatu negara dalam mencapai kemakmuran.
IV.
Kendala Penghitungan Pendapatan Nasional
Kendala-kendala
dari perhitungan pendapatan nasional terutama disebabkan dengan terbatasnya
data yang ada, lebih-lebih untuk negara berkembang. Sumber data yang tersedia
seringkali tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Oleh karena itu untuk
menghitung tingkat pendapatan nasional banyak sekali ditemui hambatan-hambatan
dalam memperoleh data, seperti data pendapatan penduduk yang masih banyak
sekali kelemahan-kelemahan dalam cara perhitungan, data mengenai jumlah
penduduk dan sebagainya yang kesemuanya itu tidak terlepas dari keterbatasan
petugas di lapangan dan juga terbatasnya biaya. Hal ini akan berbeda sekali
keadaannya bila dibandingkan dengan negara-negara maju.
Keterbatasan
Perhitungan PDB
1)
PDB tidak
memasukan memasukan transaksi yang terjadi pada “underground economy”
(perekonomian bawah tanah). Perekonomian seperti sektor informal atau sektor illegal
seperti penjualan narkoba, dan sektor lain yang sulit tercatat oleh negara
tidak masuk dalam perhitungan PDB . Ini menyebabkan nilai PDB cenderung dapat
undervalued (lebih rendah) dari yang seharusnya .
2)
PDB tidak
selalu mencerminkan ukuran kesejahteraan sosial suatu negara
PDB hanya mngukur berapa banyak output yang diproduksi di suatu negara dan bagaimana sturktur serta perkembangannya antarwaktu .
PDB hanya mngukur berapa banyak output yang diproduksi di suatu negara dan bagaimana sturktur serta perkembangannya antarwaktu .
3)
PDB tidak
mencerminkan pemerataan pendapatan. Nilai PDB suatu negara tidak dapat
menunjukan apakah pendapatan nasional tersebut terbagi secara merata diantara
penduduknya atau tidak . Bebarapa negara mengalami ketimpangan ekonomi yang
besar dengan sebagian kecil penduduk menikmati sebagian besar PDB . Beberapa
indikator lain perlu digunakan untuk melengkapi data PDB yang menunjukan
ketimpangan yang terjadi, salah satunya adalah Koefisien Gini.
MASALAH
PERHITUNGAN :
1)
masalah
mengumpulkan data dan informasi
2)
memilih
kegiatan yang nilai produksinya dihitung
3)
masalah
perhitungan dua kali
4)
menentukan
harga barang-barang
5)
investasi
bruto dan investasi neto
6)
masalah
kenaikan harga dan perubahan kualits barang
Referensi:
S, Alam. 2006. Ekonomi Jilid 1. Jakarta: ESIS.
Widjajanta,
Bambang., & Aristanti Widyaningsih. 2007. Mengasah Kemampuan Ekonomi. Bandung: Citra Praya.
Daftar Pustaka:
http://riesdis.wordpress.com/2011/05/12/pendapatan-nasional/
Friday, July 04, 2014 | Labels: TEORI ORGANISASI UMUM | 1 Comments
CIRI-CIRI PASAR
|
CIRI-CIRI
|
PERSAINGAN
SEMPURNA
|
MONO
POLISTIK
|
OLIGOPOLI
|
MONOPOLI
|
|
1.
Jumlah Penjual (Produsen)
|
Sangat Banyak
|
Sedikit > 10
|
Beberapa < 10
|
1
|
|
2.
Jenis Barang
|
Homogenous product
|
Heterogen dan adanya Diferensiasi Produk.
|
Barang yang standar atau
barang yang berbeda corak atau bisa bersifat homogen, dan bisa juga berbeda,
namun memenuhi standar tertentu.
|
Tidak ada barang pengganti, nosubstituties yang mirip.
|
|
3.
Kemampuan Menetapkan harga
|
Tidak ada
|
Sedikit kekuatan mempengaruhi harga
|
Produsen menetapkan harga dengan cara kesepakatan dengan produsen
lain sehingga harga jual tidak mudah berubah.
|
Ada. Oleh Monopolis
|
|
4.
Bentuk Kurva Permintaan
|
Elastis sempurna
|
Lebih elastis (tidak sampai elastisitas sempurna)
|
Elastisitas silang atau cross elasticity of demand yang relatif
tinnggi.
|
Memiliki kemiringan negatif, turun dari kiri atas ke kanan bawah.
|
|
5.
Hambatan Memasuki Pasar
|
Sangat mudah
|
Mudah
|
Adanya hambatan bagi pesaing baru. Perusahaan yang telah lama dan
memiliki pangsa pasar besar akan memainkan peranan untuk menghambat
perusahaan yang baru masuk ke dalam pasar oligopoly tersebut.
|
Susah bagi perusahaan baru yang akan masuk. Seperti adanya hambatan
legalitas (Undang-undang dan hak khusus, hak patent, dan hak cipta).
|
|
6.
Keseimbangan Jangka Pendek
|
Paling tidak VC = TR
atau AVC = FC (hanya menanggung kerugian biaya tetap).
MR = MC supaya
labanya maksimum atau kerugianya minimum (minimum loss)
|
Keuntungan maksimum tercapai bila MR = MC. Laba diatas normal.
|
Ekuilibrium pasar tercapai bila volume output yang ditawarkan seluruh
produsen di pasar sama dengan volume output yang dibutuhkan oleh seluruh
konsumen.
|
Harus menyamakan MR dengan MC agar mencapai laba maksimum.
|
|
7.
Keseimbangan Jangka Panjang
|
Bila SMC = LMC. Tidak
mengalami kerugian bila SAC=P. Perusahaan sudah tidak dapat menambah laba lagi karena
perusahaan telah bekerja pada LAC minimum
|
Bila LMC = SMC = MR. Dalam jangka panjang perusahaan dalam pasar
persaingan monopolistik hanya memperoleh laba normal. Merugi jika penerimaan
marjinal lebih kecil dari biaya marjinal (MR<MC).
|
Menyebabkan efek yang merugikan seperti P > MC dan karenanya
terdapat inefiensi alokasi sumber daya ekonomi ke perusahaan. Tidak
berproduksi pada titik terendah kurva LAC-nya dan ketika memproduksi produk
yang terdiferensiasi, terlalu banyak biaya yang dibuang untuk iklan dan
perubahan model.
|
Hanya memperoleh keuntungan normal, dimana harga produk sama dengan
biaya total rata-rata maksimum. Perusahaan monopoli hanya akan kehilangan
laba supernormal jangka panjang, bila tidak mampu mempertahankan daya
monopolinya.
|
|
8.
Interdepedensi Pengambilan Keputusan
|
Tidak ada
|
Menghasilkan peraturan dalam pengambilan keputusan yg berbeda-beda
|
Pengambilan Keputusan yang Saling Mempengaruhi (Interdependence
Decisions) Keputusan perusahaan dalam menentukan harga dan jumlah output akan
mempengaruhi perusahaan lainnya.
|
Pengambilan keputusan tunggal.
|
|
9.
Contoh Barang
|
Jasa fotokopi, beras, hasil pertanian.
|
Shampo, pasta gigi, rokok.
|
Semen,Mobil, dan Kertas.
|
Telepon, gas, air dan listrik
|
Referensi :
Sugiarto. 2002. Ekonomi Mikro (Sebuah Kajian Komprehensif). Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.
Daftar Pustaka:
http://www.slideshare.net/ariefanzarullah1/persaingan-monopolistik
http://ardra.biz/ekonomi/ekonomi-mikro/pengertian-fungsi-jenis-pasar/pengertian-dan-ciri-ciri-pasar-monopoli/
http://ardra.biz/ekonomi/ekonomi-mikro/pengertian-fungsi-jenis-pasar/pengertian-ciri-ciri-pasar-oligopoli/
http://annisayulia.blogspot.com/2012/06/pasar-persaingan-oligopoli-dan.html
Sunday, June 15, 2014 | Labels: TEORI ORGANISASI UMUM | 0 Comments
TEORI PERILAKU PRODUSEN, BIAYA PRODUKSI, DAN MENENTUKAN KEUNTUNGAN.
1. Teori Perilaku Produsen
Teori Perilaku Produsen adalah teori yang
menjelaskan tentang bagaimana tingkah laku produsen dalam menghasilkan produk
yang selalu berupaya untuk mencapai efesiensi dalam kegiatan produksinya.
Produsen berusaha untuk menghasilkan produksi seoptimal mungkin dengan
mengantur penggunaan faktor produksi yang paling efisien.
Produksi adalah setiap kegiatan yang dapat
meningkatkan nilai guna suatu barang. Dimana bentuk kegiatannya meliputi:
1)
From Changing activitie, yaitu kegiatan
mengubah bentuk dari suatu barang.
2)
Transportation, yaitu kegiatan
memindahkan barang dari suatu tempat ke tempat lain.
3)
Storage, yaitu kegiatan menyimpan suatu
barang yang akan digunakan di masa yang akan datang.
4)
Merchandishing, yaitu kegiatan
memperdagangkan suatu barang agar sampai ke tangan konsumen yang membutuhkan.
5)
Personal service, yaitu kegiatan yang
dilakukan oleh seseorang yang orang lain mengakui keberadaannya.
Di
dalam menganalisis teori produsen, kita mengenal 2 hal:
1)
Produksi jangka pendek, perusahaan
memiliki input tetap dan menentukan berapa banyaknya input variabel yang harus
dipergunakan. Untuk membuat keputusan, pengusaha akan memperhitungkan seberapa
besar dampak penambahan input variabel terhadap produksi total. Pengusaha dalam
melakukan proses produksi untuk mencapai tujuan harus menentukan dua macam
keputusan:
a. Berapa
output yang harus diproduksi
b. Berapa
dan dalam kondisi faktor-faktor produksi (input) digunakan
2)
Produksi jangka panjang suatu proses
produksi tidak bisa diukur dengan waktu tertentu, misalnya 10 tahun, 5 tahun,
15 tahun dan seterusnya. Jangka panjang suatu proses produksi adalah jangka
waktu di mana semua input atau faktor produksi yang dipergunakan untuk proses
produksi bersifat variabel. Dengan kata lain, dalam jangka panjang tidak ada
input tetap.
Untuk menyederhanakan pembahasan secara teoristis,
dalam menentukan keputusan tersebut digunakan dua asumsi dasar:
1)
Bahwa produsen atau pengusaha selalu berusaha
mencapai keuntungan yang maksimum.
2)
Bahwa produsen atau pengusaha beroprasi
dalam pasar persaingan sempurna.
Permasalahan seorang produsen adalah bagaimana
dengan modal yang terbatas bisa menciptakan barang dengan kualitas dan
kuantitas yang cukup. Peran penting seorang produsen adalah sebagai berikut :
1)
Produsen menjadi manajer yang
mengkoordinasikan faktor – faktor produksi baik tenaga kerja/ L , tanah/ sumber
daya alam, N, capital/ modal, bahan baku dan enterpreneur / keahlian yang ada
dalam masyarakat.
2)
Mempunyai insiatif dan daya kreatif
untuk inovasi – inovasi baru termasuk dalam IPTEK.
3)
Mengambil keputusan kebijakan bisnis.
4)
Mampu menganalisis kondisi ekonomi
secara makro yang sedang berlangsung dalam negara tersebut.
5)
Kemampuan untuk memilih WHAT (Barang apa
yang dibuat), HOW (Bagaimana cara paling efisien untuk membuatnya), WHO (Siapa
yang terjun langsung dan tidak langsung dalam proses produksi), WHOM (Untuk
siapa barang tersebut dibuat). Di sini diharapkan seorang produsen mempunyai
kepekaan untuk melihat pasar yang paling menguntungkan.
2. Biaya Produksi
Biaya dalam pengertian Produksi ialah semua “beban”
yang harus ditanggung oleh produsen untuk menghasilkan suatu produksi.
Biaya produksi
adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh
faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk
menciptakan barang-barang yang diproduksikan oleh perusahaan tersebut.
Dua
jenis biaya produksi:
1)
Biaya eksplisit adalah pengeluaran perusahaan yang berupa
pembayaran dengan uang untuk mendapatkan faktor produksi dan bahan mentah yang
dibutuhkan perusahaan.
2)
Biaya implisit adalah perkiraan pengeluaran (biaya) atas
faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.
Biaya
produksi dapat meliputi unsur-unsur sebagai berikut:
1)
Bahan baku atau bahan dasar termasuk
bahan setengah jadi.
2)
Bahan-bahan pembantu atau penolong.
3)
Upah tenaga kerja dari tenaga kerja kuli
hingga direktur.
4)
Penyusutan peralatan produksi.
5)
Uang modal, sewa.
6)
Biaya penunjang seperti biaya angkut,
biaya administrasi, pemeliharaan, biaya listrik, biaya keamanan dan asuransi.
7)
Biaya pemasaran seperti biaya iklan.
8)
Pajak .
3. Macam-Macam Biaya Produksi
3.1.
Biaya
Tetap Total (Total Fixed Cost/FC)
Biaya Tetap Total adalah biaya yang tetap harus
dikeluarkan walaupun perusahaan tidak berproduksi yaitu dari penurunan rumus
menghitung biaya total. Penurunan rumus tersebut, adalah:
TC = FC + VC
FC = TC – VC
Keterangan:
TC
= Biaya total (Total Cost)
FC
= Biaya tetap (Fixed Cost)
VC
= Biaya Variabel (Variable Cost)
3.2.
Biaya
Variabel Total (Total Variabel Cost/VC)
Biaya Variabel Total adalah biaya yang dikeluarkan
apabila berproduksi dan besar kecilnya tergantung pada banyak sedikitnya barang
yang diproduksi. Biaya variabel rata-rata dapat dihitung dengan menggunakan
rumus sebagai berikut, yaitu:
VC = TC – FC
3.3.
Biaya
Total (Total Cost/TC)
Biaya total merupakan jumlah keseluruhan biaya
produksi yang dikeluarkan perusahaan yang terdiri dari biaya tetap dan biaya
variabel. Biaya total dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
TC = FC + VC
3.4.
Biaya
Tetap Rata-Rata (Average Fixed Cost/AFC)
Biaya Tetap Rata-Rata adalah hasil bagi antara biaya tetap total
dan jumlah barang yang dihasilkan. Rumus
:
AFC = FC/Q
Keterangan:
FC
= Biaya Tetap Total
Q = Kuantitas
3.5.
Biaya
Variabel Rata-Rata (Average Variabel Cost/AVC)
Biaya variabel rata-rata adalah biaya variable
satuan unit produksi. Rumusnya: AVC =
VC/Q
Keterangan:
VC = Biaya
Variabel Total
Q = Kuantitas
3.6.
Biaya
Total Rata-Rata (Average Cost/AC)
Average Cost adalah biaya total rata-rata yang dapat
dihitung dari Total Cost dibagi banyaknya jumlah barang tertentu (Q). Nilainya
dihitung menggunakan rumus di bawah ini:
AC=
TC /Q atau (VC+FC)/Q
AC=
AVC+AFC
3.7.
Biaya
Marginal (Marginal Cost/MC)
Biaya Marginal adalah tambahan biaya yang disebabkan
karena tambahan satu unit produksi. Biaya marginal diperoleh dari selisih Total
Cost dan selisih kuantitas dari barang yang diproduksi. Sehingga dapat
dirumuskan:
MC = dTC/dQ Atau MC = TCn – TCn-1
3.8.
Biaya
Pabrikasi
a) Biaya
Langsung : Biaya yang langsung dalam proses produksi suatu barang, bahan baku,
dll.
b) Biaya
Tidak Langsung : Biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi
3.9. Biaya Non-pabrikasi
a) Biaya
Pemasaran yaitu biaya yang diperlukan untuk memperoleh pesanan dan menyediakan
produk bagi pelanggan
b) Biaya
Administrasi yaitu biaya yang dibutuhkan untuk mengelola organisasi dan
menyediakan dukungan bagi karyawan Departemen.
c) Common
Cost (Biaya bersama) yaitu biaya yang berasal dari penggunaan fasilitas atau
jasa oleh dua departemen atau lebih.
d) Joint
Cost (Biaya Gabungan) yaitu biaya yang terjadi dalam proses produksi yang
menghasilkan dua atau lebih produk jadi.
Periode
Akuntansi :
1) Capital
Expenditure (Belanja Modal) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh
manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
2) Revenue
Expenditure (Pengeluaran Pendapatan) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk
memperoleh manfaat pada periode akuntansi yang sama dan dicatat sebagai beban.
Ø Biaya
Eksplisit : Biaya yang kelihatan dalam proses produksi
Ø Biaya
Implisit : Biaya yang tidak kelihatan dalam proses produksi namun sebenarnya
ada dan dikeluarkan
4. Menentukan Keuntungan
Dalam teori ekonomi, pemisalan terpenting dalam menganalisis
kegiatan produsen adalah “mereka akan melakukan kegiatan memproduksi sampai
kepada tingkat dimana keuntungan mereka mencapai jumlah yang maksimum”.
Berdasarkan kepada pemisalan ini dapat ditunjukan pada tingkat kapasitas
memproduksi yang bagaimana perusahaan akan menjalankan kegiatan usahanya.
Dalam praktek, pemaksimuman keuntungan bukanlah
satu-satunya tujuan perusahaan. Ada perusahaan yang menekankan kepada volume
penjualan dan ada pula yang memasukan pertimbangan politik dalam menentukan
tingkat produksi yang akan dicapai. Ada pula perusahaan yang lebih menekankan
kepada usaha untuk mengabdi kepentingan masyarakat dan kurang memperhatikan
tujuan mencari keuntungan yang maksimum.
Keuntungan atau kerugian adalah perbedaan antara
hasil penjualan dan biaya produksi. Keuntungan diperoleh apabila hasil
penjualan melebihi biaya produksi, dan kerugian akan dialami apabila hasil
penjualan kurang dari biaya produksi.. Keuntungan yang maksimum dicapai apabila
perbedaan diantara hasil penjualan dan biaya produksi mencapai tingkat yang
paling besar.
Dengan demikian, tujuan untuk mendapatkan keuntungan
sebesar-besarnya(maksimum) merupakan asumsi dalam meng-analisis perilaku
produsen (individual maximization).
Dalam
menentukan keuntungan maksimum ada 2 cara, yaitu :
a)
Keuntungan maksimum dicari dengan jalan
mencari selisih antara keuntungan maksimum dengan ongkos minimum.
b)
Keuntungan maksimum terjadi pada saat
penerimaan marginal (MR) dan biaya marginal (MC).
Biaya marginal adalah perubahan biaya total perunit
perubuhan output. Penerimaan marginal adalah perubahan penerimaan total perunit
output atau penjualan hasil penjualan marginal, satu konsep mengenai hasil
penjualan yg sangat penting untuk diketahui dalam analisa penentuan harga dan
produksi oleh suatu perusahaan adalah pengertian hasil penjualan marginal,yaitu
tambahan hasil perjualan yg diperoleh perusahaan dari menjual barang yg
diprouksinya.
DAFTAR
PUSTAKA
Thursday, May 01, 2014 | Labels: TEORI ORGANISASI UMUM | 5 Comments
Subscribe to:
Posts (Atom)
Copyright by Fauziah Safarina 2012. Powered by Blogger.
MY CAMPUS
STUDENTSITE NEWS
About Me
Facebook Contact
My Twitter
My Tweets
Popular Posts
-
Ini salah satu bahan praktikum fisika dasar gue pas masih di tingkat 1. Gue share supaya bisa membantu peserta praktikum tingkat 1 lainnya...
-
I. Pengertian Ejaan Ejaan ialah penggambaran bunyi bahasa dengan kaidah tulis-menulis yang distandardisasikan. Lazimnya, e...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Manusia sebagai makhluk sosial senantiasa membutuhkan orang lain. Meskipun hidup ber ke...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada umumnya manusia banyak tujuan yang hendak dicapai sepanjang hidupnya. Seringkali ...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang kaya akan budaya dan dae...
-
1. Teori Perilaku Produsen Teori Perilaku Produsen adalah teori yang menjelaskan tentang bagaimana tingkah laku produsen dalam me...
-
1. (What) Apa itu Telematika? Jawab: Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Telematika adalah saran...
-
Level number atau nomor jenjang adalah suatu nomor yang menunjukkan jenjang dari data item dalam suatu record. Level number yang digunakan...
-
Kolom yang tersedia untuk menuliskan program COBOL adalah kolom 1- 80, dengan ketentuan : 1) Kolom 1 – 6 : Digunakan untuk ...
-
Program COBOL dibagi kedalam 4 bagian yang disebut dengan Division . Masing-masing divisi dimulai dengan judul divisi deengan urutan sbb :...