Showing posts with label PEMROGRAMAN COBOL. Show all posts
Showing posts with label PEMROGRAMAN COBOL. Show all posts

STRUKTUR PROGRAM COBOL


Program COBOL dibagi kedalam 4 bagian yang disebut dengan Division. Masing-masing divisi dimulai dengan judul divisi deengan urutan sbb :
IDENTIFICATION DIVISION
ENVIRONMENT DIVISION
DATA DIVISION
PROCEDURE DIVISION

Dari ke-4 divisi tersebut terdapat susunan hirarki:
1.             Division, bagian utama dari COBOL dan harus diawali dengan suatu judul divisi.
2.             Region, kumpulan bagian tertentu di dalam Procedure.
3.             Section, suatu kumpulan dari paragraf dan entry. Suatu section dapat terdiri atas satu paragraf atau lebih yang pembagiannya menurut kehendak programmer. Section ini bisa dibatasi oleh section lainnya atau suatu exit statemen.
4.             Paragraf, suatu grup dari kalimat di dalam Procedure Division dan harus diawali dengan nama paragraf atau judul paragraf.
5.             Entry (sentence), suatu kumpulan dari satu atau lebih statemen (pernyataan).
6.             Clause, kumpulan dari kata (word) yang membentuk suatu arti. Clause termasuk bagian dari entry.
7.             Statement, perintah pengerjaan untuk komputer.
8.             Phare, suatu grup kata yang merupakan bagian dari statement atau clause.
9.             Option atau Optional, sesuatu yang boleh disertakan, boleh juga tidak.

Aturan Penulisan Source Program Pada Cobol


Kolom yang tersedia untuk menuliskan program COBOL adalah kolom 1- 80, dengan ketentuan :
1)             Kolom 1 – 6 : Digunakan untuk nomor urut bilamana diperlukan, sifatnya optional, dan nomor yang diberikan harus urut ascending.
2)             Kolom 7 :
a.    Tanda baris sambung dari baris sebelumnya dengan memberikan tanda hypen (-), baris sambungannya dimulai dari Area B.
b.    Bila kolom ini di isi dengan karakter “*” , maka apa yang ditulis pada baris ini akan dianggap sebagai komentar.
c.    Bila kolom ini di isi dengan slash (/), maka baris yang ada tanda ini dianggap sebagai komentar dan akan dicetak mulai halaman baru teratas, bila source program dicetak di printer.
d.   Bila kolom ini di isi dengan karakter “D” , baris ini juga dianggap sebagai komentar, tetapi bila pada ENVIRONMENT DIVISION dalam paragraph SOURCE-COMPUTER disebutkan WITH DEBUGGING MODE, maka akan berguna untuk tujuan debugging.
3)             Kolom 8 – 11 : Disebut dengan area A, semua judul divisi, judul seksi, nama paragraph, judul file description (FD), level number 01 dan level number 77 ditulis mulai kolom ke-8.
4)             Kolom 12 – 72: Disebut dengan area B, semua elemen program selain yang ditulis di area A ditulis pada area B.
5)             Kolom 73 – 80: Merupakan kolom yang tidak diproses oleh komputer, jadi jika diisi dengancatatan-catatan apa saja hanya untuk dokumentasi program.

LEVEL NUMBER


Level number atau nomor jenjang adalah suatu nomor yang menunjukkan jenjang dari data item dalam suatu record. Level number yang digunakan :
a)             01, digunakan untuk mengawali keterangan dari record (record description).
b)             02 – 49, digunakan untuk mengawali keterangan dari data item.
c)             66, digunakan untuk RENAMES.
d)            77, Digunakan untuk mengawali data item yang berdiri sendiri. Hanya boleh terdapat pada WORKING-STORAGE SECTION.
e)             88, digunakan untuk mengawali suatu nama kondisi.

Copyright by Fauziah Safarina 2012. Powered by Blogger.

GUNADARMA UNIVERSITY

STUDENTSITE NEWS

My Twitter

Twitter icon

My Tweets

Loading..

Popular Posts

Total Pageviews