PERILAKU KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT
Tujuan saya memilih topik ini adalah untuk mendeskripsikan
penyesuaian diri pada kepribadian ekstrovert dan introvert. Lalu mengetahui
perbedaan diantara keduanya. Oleh karena itu saya ingin memberikan pengetahuan
luas untuk para pembaca tentang kepribadian introvert dan ekstrovert.
Kerangka karangan yang saya buat berdasarkan
tujuan memilih topik ini adalah sebagai berikut:
1)
Definisi kepribadian Introvert dan Ekstrovert.
2)
Terdapat beberapa faktor pembentukan kepribadian pada
Introvert dan Ektrovert.
3)
Perbedaan kepribadian Introvert dan Ekstrovert
berdasarkan ciri-cirinya.
Latar Belakang
Kepribadian merupakan karakteristik seseorang
yang menyebabkan munculnya konsistensi perasaan, pemikiran dan perilaku.
Menurut Allport, kepribadian didefinisikan sebagai organisasi dinamis dari
sistem psikofisik individu yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap
lingkungan (Friedman & Schustack, 2008).
Hubungan antar pribadi yang terjalin antar makluk
sosial yang memiliki beberapa kepribadian seringkali tidak bisa terlepas dari
konflik-konflik interpersonal yang timbul dari interaksi-interaksi yang
terjadi dari penyesuaian diri mereka. Konflik bisa timbul dari perbedaan
karakter, perbedaan pandangan, lebih-lebih karena pada masing-masing orang
mempunyai perbedaan suku dan agama serta adanya perbedaan kepentingan, status
ekonomi, status sosial, status keluarga yang kadang bisa menimbulkan gesekan
antar kepribadian. Keadaan yang berberbeda-beda ini seringkali menyebabkan
benturan pola pikir dalam menyikapi masalah yang terjadi pada beberapa kegiatan.
Individu yang memiliki perasaan rendah diri,
cemas, dan mudah terpengaruh dikatakan memiliki konsep diri yang negatif.
Individu dengan konsep diri negatif akan memiliki tingkat penyesuaian diri yang
rendah serta memiliki kecemasan dalam hubungan interpersonal sehingga akan
mengganggu kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain, sebaliknya juga yang
memiliki konsep diri yang positif memiliki tingkat penyesuaian diri yang lebih
mudah dalam membangun kerjasama dan berhubungan dengan sekitarnya.
Salah satu penemuan ilmiah berkaitan dengan
kepribadian adalah tipologi yang diajukan oleh Jung, yaitu membedakan
kepribadian seseorang ke dalam dua tipe kepribadian yaitu introvert dan
ekstrovert. Tipe kepribadian ini kemudian oleh Eysenck dikembangkan lebih
lanjut. Eysenck membedakan kepribadian dalam dua tipe, yaitu introvert dan
ekstrovert, untuk menyatakan adanya perbedaan dalam reaksi-reaksi terhadap
lingkungan dan dalam tingkah laku. Penggolongan tipe kepribadian ekstrovert-introvert
didasarkan pada perbedaan respon, kebiasaan, dan sifat-sifat yang ditampilkan
oleh individu dalam melakukan hubungan interpersonal, selain itu tipe kepribadian
juga menjelaskan posisi kecenderungan individu yang berhubungan dengan reaksi
atau tingkah lakunya.
Penggolongan tipe kepribadian ekstrovert dan introvert
dapat menggambarkan pola komunikasi dan interaksi sosial setiap individu. Pada
saat berkomunikasai dan berinteraksi dengan orang lain, individu dengan tipe kepribadian
ekstrovert adalah individu dengan karakteristik utama yaitu mudah bergaul,
impulsif, tetapi juga sifat gembira, aktif, cakap dan optimis serta sifat-sifat
lain yang mengindikasikan penghargaan atas hubungan dengan orang lain,
sedangkan individu dengan kepribadian introvert adalah individu yang memiliki
karakteristik yang berlawanan dengan tipe kepribadian ekstrovert, yang
cenderung pendiam, pasif, tidak mudah bergaul, teliti, pesimis, tenang dan
terkontrol.
Berdasarkan dari latar belakang diatas,
penulis merumuskan beberapa masalah yaitu:
a)
Apakah itu kepribadian ekstrovert dan kepribadian
introvert?
b)
Seperti apa faktor pembentuk pada kepribadian introvert
dan ektstrovert?
c)
Apakah ada ciri-ciri pada perilaku dari kepribadian
ekstrovert dengan introvert?
Berikut saya akan menjelaskan beberapa tujuan
kajian dari tulisan ini yang selanjutnya akan saya jadikan acuan untuk menyusun
isi dari tulisan ini :
1)
Mengetahui definisi introvert dan ekstrovert.
2)
Mengetahui faktor pembentuk kepribadian introvert dan
ekstrovert.
3)
Mengetahui ciri-ciri perilaku kepribadian introvert dan
ekstrovert.
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi
masalah diatas maka masalah yang akan dibahas lebih lanjut dalam penulisan ini
yaitu hanya dibatasi pada pengenalan kepribadian introvert dan ekstrovert ,
faktor yang mempengaruhi kepribadian, serta perbedaan perilakunya.
1.
Kepribadian Introvert dan Ekstrovert.
Introvert atau Introversion adalah
kepribadian manusia yang lebih berkaitan dengan dunia dalam pikiran manusia itu
sendiri. Jadi manusia yang memiliki sifat introvert ini lebih cenderung menutup
diri dari kehidupan luar. Mereka adalah manusia yang lebih banyak berpikir dan
lebih sedikit beraktifitas. Mereka juga orang-orang yang lebih senang berada
dalam kesunyian atau kondisi yang tenang, daripada di tempat yang terlalu
banyak orang.
Hal yang
khas dari introvert adalah pendiam, pemalu, mawas diri, gemar membaca, suka
menyendiri dan menjaga jarak kecuali dengan teman yang sudah akrab, cenderung
merencanakan lebih dahulu – melihat dahulu – sebelum melangkah, dan curiga,
tidak suka kegembiraan, menjalani kehidupan sehari-hari dengan keseriusan, dan
menyukai gaya hidup yang teratur dengan baik, menjaga perasaannya secara
tertutup, jarang berperilaku agresif, tidak menghilangkan kemarahannya, dapat
dipercaya, dalam beberapa hal pesimis, dan mempunyai nilai standar etika yang
tinggi.
Extrovert
atau Extraversion merupakan kebalikan dari Introvert. Manusia dengan
kepribadian extrovert lebih berkaitan dengan dunia di luar manusia tersebut.
Jadi manusia yang memiliki sifat extrovert ini lebih cenderung membuka diri
dengan kehidupan luar. Mereka adalah manusia yang lebih banyak beraktifitas dan
lebih sedikit berpikir. Mereka juga orang-orang yang lebih senang berada dalam
keramaian atau kondisi dimana terdapat banyak orang, daripada di tempat yang
sunyi.
Hal yang
khas dari ekstrovert adalah mudah bergaul, suka pesta, mempunyai banyak teman,
membutuhkan teman untuk bicara, dan tidak suka membaca atau belajar sendirian,
sangat membutuhkan kegembiraan, mengambil tantangan, sering menentang bahaya,
berperilaku tanpa berpikir terlebih dahulu, dan biasanya suka menurutkan kata
hatinya, gemar akan gurau-gurauan, selalu siap menjawab, dan biasanya suka akan
perubahan, riang, tidak banyak pertimbangan (easy going), optimis, serta suka
tertawa dan gembira, lebih suka untuk tetap bergerak dalam melakukan aktivitas,
cenderung menjadi agresif dan cepat hilang kemarahannya, semua perasaannya
tidak disimpan dibawah kontrol, dan tidak selalu dapat dipercaya (Arifianti
2007:35).
2.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembentukan
Kepribadian.
Eysenck mengklasifikasikan ciri-ciri tingkah
laku yang operasional pada tipe kepribadian ekstrovert dan introvert menurut
faktor-faktor kepribadian yang mendasarinya, yaitu :
(a)
Activity :
Pada aspek ini diukur bagaimana subyek dalam
melakukan aktivitasnya, apakah energik dan gesit atau sebaliknya lamban dan
tidak bergairah. Bagaimana subyek menikmati setiap pekerjaan yang dilakukan,
jenis pekerjaan atau aktivitas apa yang disukainya.
(b) Sociability
:
Aspek sociability mengukur bagaimana individu
melakukan kontak sosial. Pada interaksi sosial individu ditandai dengan banyak
teman, suka bergaul, menyukai kegiatan sosial, mudah beradaptasi dengan
lingkungan baru, menyukai suasana ramah tamah, atau sebaliknya individu kurang
dalam kontak sosial, merasa minder dalam pergaulan, menyukai aktivitas sendiri.
(c)
Risk Taking :
Aspek
ini mengukur individu dalam berani mengambil risiko atas tindakannya dan
menyukai tantangan dalam aktivitasnya.
(d) Impulsiveness
:
Untuk membedakan kecenderungan ekstrovert dan
introvert berdasarkan cara individu mengambil tindakan, apakah cenderung
impulsif, tanpa berpikir secara matang keuntungan dan kerugiannya atau
sebaliknya mengambil keputusan dengan mempertimbangkan konsekuensinya.
(e) Expressiveness
:
Aspek ini mengukur bagaimana individu
mengekspresikan emosinya baik emosional sedih, senang, takut. Apakah cenderung
sentimental, penuh perasaan, mudah berubah pendirian dan demonstratif, atau
sebaliknya mampu mengontrol pikiran dan emosinya, tenang, dingin.
(f) Responbility
:
Aspek ini membedakan individu berdasarkan
tanggung jawab terhadap tindakan maupun tugas serta pekerjaannya.
3.
Ciri-ciri Kepribadian Introvert dan
Ekstrovert.
Kepribadian ekstrovert yaitu individu
ekstrovert dipengaruhi oleh dunia objektif, yaitu dunia di luar dirinya.
Orientasi utama tertuju ke luar. Pikiran, perasaan, dan tindakannya lebih
banyak ditentukan oleh lingkungan, baik lingkungan sosial maupun lingkungan
nonsosial.
Ciri-ciri individu ekstrovert :
a) Berdaya ingat kuat (merecall memori jangka
pendek),
b) Memiliki ambang rangsang yang tinggi.
c) Menunjukkan daya juang fisik yang tinggi.
d) Dapat
melaksanakan tugas yang tinggi taraf kesukarannya dengan baik, ramah, impulsif,
tidak suka diatur dan dilarang.
e) Terlibat dalam aktivitas kelompok.
f) Pandai membawa diri dalam lingkungannya,
mudah gembira.
g) Memiliki keterikatan sosial, dapat
memanfaatkan kesempatan yang ada, bertindak cepat, optimis, agresif, cepat.
h) Mudah meredakan kemarahan, mudah tertawa,
tidak dapat menahan perasaannya.
Kepribadian introvert yaitu individu
ekstrovert dipengaruhi oleh pengalaman dirinya, yaitu dunia pikiran sendiri
serta keadaan dalam dirinya. Orientasi utama tertuju kedalam dirinya. Pikiran,
perasaan, dan tindakannya lebih banyak ditentukan oleh presepsi yang ia tau sendiri, baik lingkungan sosial maupun
lingkungan non-sosial.
Ciri-ciri individu introvert :
a) Memiliki toleransi yang tinggi terhadap
isolasi / kesendirian.
b) Kurang toleransi terhadap keluhan fisik.
c) Cenderung
melakukan secara baik terhadap tugas yang sederhana / mudah.
d) Cenderung melaksanakan secara baik tugas
yang menuntut kesiapsiagaan.
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data
di atas adalah metode langsung dan pencarian langsung dari berbagai sumber,
seperti dari buku-buku yang berkaitan dengan judul penulisan dan dari berbagai
blog dan website yang ada.
Daftar Pustaka :
(1)
Arifianti, Ranti Putri 2007. Hubungan antara
Kecenderungan Kepribadian Ekstrovert Introvert dengan Burnout pada Perawat.
Surabaya.Unibaya.Fakultas Psikologi. Dipublikasikan.
(2)
Eysenck, H.J. 2004.Psychlogy An International
Perspective. New York University. Ny.10001
(3)
http://rasmansastrawijaya.blogspot.com/2011/07/perbandingan-penyesuaian-diri-mahasiswa.html
Sunday, May 31, 2015 | Labels: BAHASA INDONESIA | 0 Comments
TUGAS BAHASA INDONESIA II
TUGAS
MANDIRI 5 BAHASA INDONESIA
FAUZIAH
SAFARINA (12112833)
KELAS
3KA02
1.
Tentukan subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan kalimat berikut
ini.
1.
Persatuan dapat dilaksanakan dengan menciptakan perasaan senasip.
Subjek :
Persatuan
Predikat : dilaksanakan
Objek : –
Pelengkap : –
Keterangan :
dengan menciptakan perasaan senasip ( keterangan proses )
2.
Dapatkah para pemimpin bangsa kita menciptakan perasaan semacam ini ?
Subjek : para pemimpin bangsa
Predikat : menciptakan
Objek : perasaan semacam ini
Pelengkap : –
Keterangan
: –
3.
Jika dapat, bangsa Indonesia akan segera bangkit dari krisis. (kalimat tanpa
subjek)
Perbaikan :
Bangsa Indonesia akan segera bangkit dari krisis.
Subjek :
Bangsa Indonesia
Predikat :
bangkit
Objek : –
Pelengkap : dari krisis
Keterangan : –
4.
Selain itu, nasionalisme meningkat dan daya juang bangsapun meningkat. (kalimat
tanpa subjek)
Perbaikan : Nasionalisme dan daya juang bangsa
meningkat.
Subjek :
Nasionalisme dan daya juang bangsa
Predikat :
meningkat
Objek : –
Pelengkap : –
Keterangan : –
5.
Dampaknya, arus modal ke luar negeri pun akan dapat diperkecil. (kalimat tanpa
subjek)
Perbaikan : Arus modal ke luar negeri akan diperkecil.
Subjek :
Arus modal
Predikat :
diperkecil
Objek : –
Pelengkap : –
Keterangan
: ke luar negeri (keterangan tempat)
6.
Megawati, Presiden RI , berupaya meningkatkan kepercayaan rakyat terhadap
kemampuan ekonomi Indonesia tanpa bantuan IMF. (kemubaziran kata)
Perbaikan
: Megawati berupaya meningkatkan
kepercayaan rakyat terhadap kemampuan ekonomi Indonesia tanpa bantuan IMF.
Subjek :
Megawati
Predikat :
berupaya meningkatkan
Objek :
kepercayaan rakyat terhadap kemampuan ekonomi Indonesia
Pelengkap :
tanpa bantuan IMF
Keterangan : –
7.
Budaya bangsa merupakan modal pembangunan.
Subjek :
Budaya bangsa
Predikat :
merupakan modal pembangunan
Objek :
–
Pelengkap : –
Keterangan : –
8.
Kekayaan budaya bangsa merupakan sumber kreativias yang luar biasa.
Subjek :
Kekayaan budaya bangsa
Predikat :
merupakan sumber kreativias yang luar biasa.
Objek :
–
Pelengkap : –
Keterangan
: –
9.
Kreativitas budaya bangsa berpotensi besar dapat mendukung perekonomian.
Subjek :
Kreativitas budaya bangsa
Predikat :
berpotensi besar
Objek :
–
Pelengkap :
dapat mendukung perekonomian
Keterangan
: –
10.
Dalam pembangun dituntut kreativitas baru, kerja keras dan efisiensi.
(menempatkan kata di depan subjek)
Perbaikan :
Pembangun menuntut kreativitas baru, kerja keras dan efisiensi.
Subjek :
Pembangun
Predikat :
menuntut
Objek :
kreativitas baru, kerja keras dan efisiensi.
Pelengkap : –
2.
Tuliskan pola dasar kalimat berikut ini !
1.
Mahasiswa yang
menjuarai perolehan Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi mendapat bea siswa
melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi.
Pola
dasarnya : S-KET-P-O
2. kalimat yang
panjang-panjang pada dasarnya mempunyai
inti kalimat dasar yang
sederhana
Pola
dasarnya : S-P-O-KET
3.
Kalimat yang panjang-panjang cenderung bertele-tele, sukar dipahami dan dapat
menimbulkan salah penafsiran.
Pola
dasarnya : S-O
4.
Oleh karena itu, Anda harus dapat menyusun kalimat
yang sederhana,mudah dipahami dan jelas maknanya.
Pola
dasarnya : S-P-O-KET
5.
Perang ekonomi diberbagai Negara akan dimenangkan oleh Negara
yang dicintai oleh rakyatnya.
Pola
dasarnya : S-P-O-KET
6.
Untuk itu, para elit politik berupaya menanamkan kecintaan,
kebanggaan dan kesetiaan rakyat kepada negaranya.
Pola dasarnya : S-P-O
7. Hal itu mudah diwujudkan
, asal para elit politik memberi contoh dan tidak memperkaya
diri sendiri.
Pola
dasarnya :P-S-P-O
8.
Agar dapat mandiri , kita harus bekerja keras dan
menghentikan segala bentuk ketergantungan kepada negara lain
Pola
dasarnya :O-S-O
9.
Untuk mencerdaskan penduduk,
pemerintah harus memberikan
penyuluhan , gizi yang cukup, dan dana pendidikan
yang mencukupi.
Pola
dasarnya :P-O-S-P-O
10.
Jika tidak, sumber daya manusia bangsa Indonesia
akan ketinggalan jauh dari negara –Negara Asean lainnya.
Pola
dasarnya :S-O-KET
3.
Kalimat berikut ini salah strukturnya. Tentukan kesalahan dan perbaikilah!
1.
Mahasiswa itu giat belajar dan selalu mengikuti informasi terbaru. Sehingga
menjadi mahasiswa yang berkualitas.
Perbaikan
: Mahasiswa itu giat belajar dan selalu mengikuti informasi terbaru sehingga
menjadi mahasiswa yang berkualitas.
2.
Meskipun berprestasi, tetapi belum memenuhi syarat kepuncak kariernya.
Perbaikan
: Meskipun berprestasi, hal itu belum memenuhi syarat ke puncak kariernya.
3.
Dalam negosiasi itu tidak memenangkan pihaknya.
Perbaikan
: Negosiasi itu tidak memenangkan pihaknya.
4.
Dari perkembangan usahanya menunjukkan kemajuan pesat.
Perbaikan
: Perkembangan usahanya menunjukkan kemajuan pesat.
5.
Tertinggi di kelompok A dan terendah di kelompok B
Perbaikan
: Meskipun tertinggi di kelompok A, namun di kelompok B dia adalah yang
terendah.
6.
Meskipun sudah mencapai puncak kariernya tetapi ia bekerja keras.
Perbaikan
: Meskipun sudah mencapai puncak kariernya, ia tetap bekerja keras.
7.
Megawati yang menjadi presiden wanita pertama di Indonesia.
Perbaikan
: Megawati menjadi presiden wanita pertama di Indonesia.
8.
Setiap orang mengharapkan akan sejahtera hidup di dunia dan di akhirat.
Perbaikan
: Setiap orang mengharapkan sejahtera hidup di dunia dan akhirat.
9.
Bagi pegawai negeri yang akan pensiun hendaklah menyiapkan mental.
Perbaikan
: Bagi pegawai negeri yang akan pension hendaklah menyiapkan mentalnya.
10.Walaupun
belum pernah ke rumahku , tetapi ia tidak kesulitan mencarinya.
Perbaikan
: Walaupun belum pernah ke rumahku , ia tidak kesulitan mencarinya.
4.
Kalimat berikut ini salah diksinya. Tentukan kesalahannya dan perbaikilah !
1.
Ia bukan mahasiswa teladan tetapi mahasiswa biasa.
Perbaikan
: Ia bukan mahasiswa teladan melainkan hanya mahasiswa biasa.
2.
Cinta adalah merasa setia , bangga, dan prihatin terhadap objek cintanya.
Perbaikan
: Cinta adalah perasaan setia, bangga, dan simpati terhadap objek cintanya.
3.
Cinta yaitu perasaan setia , bangga dan prihatin.
Perbaikan
: Cinta yaitu merasa setia , bangga dan simpati.
4.
Cinta merupakan kasih sayang.
Perbaikan
: Cinta ialah kasih dan sayang.
5.
Sesuai cita-citanya menjadi wirausahawan , ia mendalami bidang tersebut.
Perbaikan
: Sesuai cita-citanya menjadi wirausaha, ia mendalami bidang tersebut.
6.
Ia bukan hanya cerdas tetapi juga rajin belajar.
Perbaikan
: Ia bukan hanya pandai tetapi juga rajin belajar.
7.
Ia membaca banyak buku-buku yang digemarinya.
Perbaikan
: Ia membaca banyak buku yang digemarinya.
8.
Ia mengambili buku-buku yang berjatuhan di lantai.
Perbaikan
: Ia mengambili buku yang berjatuhan dilantai.
9.
Kepada Yth Bambang Pamungkas di Jakarta.
Perbaikan
: Yth. Bambang Pamungkas di Jakarta.
10.Yth.
Bapak Prof.Dr. Purnama Sidi di Bandung.
Perbaikan
: Yth. Prof.Dr. Purnama Sidi di Bandung.
5.
Kalimat berikut ini salah ejaannya. Tentukan kesalahanya dan perbaikilah!
1.
Untuk menjadi atlit professional ia harus memiliki kondite baik dan “ track
record “ yang luar biasa.
Perbaikan
: Untuk menjadi atlet professional ia harus memiliki konduite baik dan track
record yang luar biasa.
2.
Meskipun usahanya belum berhasil ia tidak pernah mengeluh.
Perbaikan
: Meskipun usahanya belum berhasil, ia tidak pernah mengeluh.
3.
Buku itu mahal, tetapi dibelinya juga.
Perbaikan
: Ia tetap membeli buku itu meskipun harganya mahal.
4.
Bacalah halaman ke 1100 s/d 1500 dari 2000 halaman buku itu.
Perbaikan
: Bacalah halaman ke seribu seratus sampai dengan seribu lima ratus dari dua
ribu halaman buku itu.
5.
Jika Anda mengkopi buku ini Anda akan didenda Rp. 5 miliar.
Perbaikan
: Jika Anda mengkopi buku ini Anda akan didenda Rp 5.000.000.000,00.
6.
Evaluasi pembelajaran Anda meliputi kehadiran, Ujian Tengah semester, Ujian
Akhir semester dan Makalah ilmiah yang anda tulis.
Perbaikan
: Evaluasi pembelajaran Anda meliputi kehadiran, hasil Ujian Tengah semester
dan Ujian Akhir semester serta Makalah ilmiah Anda.
7.
Ia akan mempelajari undang-undang itu dan membandingkannya dengan Undang-undang
Dasar RI.
Perbaikan
: Ia akan mempelajari Undang-Undang itu dan membandingkannya dengan
Undang-Undang Dasar RI.
8.
Pada hari ini selasa 17 Agustus 2004 Tahun Masehi RI merayakan hari kemerdekaan
ke 58.
Perbaikan
: Pada hari ini Selasa 17 Agustus 2004, RI merayakan Hari Kemerdekaan ke 58.
9.
Untuk mengambil uang di bank BNI dalam jumlah besar harus menunjukkan KTPnya
kepada kasier.
Perbaikan
: Untuk mengambil uang di bank BNI dalam jumlah besar harus menunjukkan KTPnya
kepada kasir.
10.
Banyak orang Indonesia mengkonsumsi cassava setiap harinya.
Perbaikan
: Banyak orang Indonesia mengkonsumsi cassava setiap harinya.
6.
Kalimat berikut tidak efektif. Tentukan kesalahannya dan perbaikilah menjadi
kalimat efektif !
1.
Karena sudah diketahui sebelumnya mahasiswa segera menjawab soal.
Perbaikan
: Karena sudah mengetahui sebelumnya mahasiswa segera menjawab soal.
2.
Di Indonesia melakukan berbagai pembenahan kebijakan bagi pembinaan masyarakat
ekonomi lemah.
Perbaikan
: Indonesia melakukan berbagai pembenahan kebijakan bagi pembinaan masyarakat
ekonomi lemah.
3.
Upaya mendesak adalah mengadili para koruptor.
Perbaikan
: Mengadili para koruptor adalah upaya mendesak.
4.
Korupsi dipastikan menimbulkan biaya produksi yang amat tinggi di berbagai
usaha . Sehingga melemahkan daya saing di pasar internasional.
Perbaikan
: Korupsi dipastikan menimbulkan biaya produksi yang sangat tinggi di berbagai
usaha, sehingga melemahkan daya saing di pasar internasional.
5.
Dengan korupsi seorang calon pejabat diwajibkan membayar uang yang sangat
besar, maka setelah menjabat pejabat itu cenderung berupaya mendapatkan kembali
uang yang digunakan untuk membayar jabatannya.
Perbaikan
: Korupsi mewajibkan seorang calon pejabat membayar uang yang sangat besar
untuk memperoleh jabatannya, maka setelah menjabat pejabat itu cenderung
berupaya mendapatkan kembali uang yang digunakan untuk membayar jabatannya.
6.
Vietnam yang berhasil menghukum mati para koruptor dalam upaya menegakkan
keadilan dan kemakmuran di negara itu.
Perbaikan
: Vietnam berhasil menghukum mati para koruptor dalam upaya menegakkan keadilan
dan kemakmuran di negaranya.
7.
Kepada semua mahasiswa yang mengadapi masalah penulisan skripsi dapat
berkonsultasi dengan dosen pembimbing.
Perbaikan
: Bagi mahasiswa yang menghadapi masalah penulisan skripsi dapat berkonsultasi
dengan dosen pembimbing.
8.
Oleh karena itu, maka setiap universitas hendaklah membimbing masyarakat kecil
agar mengembangkan potensi bisnisnya.
Perbaikan:
Setiap universitas hendaklah membimbing masyarakat kecil agar mengembangkan
potensi bisnisnya.
9.
Meskipun kinerja bisnis mulai bangkit, tetapi kita harus tetap meningkatkan
kualitas dan kuantitas produksi.
Perbaikan
: Meskipun kinerja bisnis mulai bangkit, kita harus tetap meningkatkan kualitas
dan kuantitas produksi.
10.Dari
penelitian membuktikan bahwa pembinaan ekonomi rakyat kecil kurang intensif.
Perbaikan
: Penelitian membuktikan bahwa pembinaan ekonomi rakyat kecil kurang intensif.
11.Adalah
merupakan tanggung jawab kita semua untuk menciptakan rasa aman dan tenteram di
masyarakat kita.
Perbaikan
: Menciptakan rasa aman dan tenteram di masyarakat kita adalah tanggung jawab
kita semua
12.Kita
akan membicarakan tentang pembinaan masyarakat miskin agar bangkit
mengembangkan potensinya.
Perbaikan
: Kita akan membicarakan pembinaan masyarakat miskin agar bangkit mengembangkan
potensinya.
13.Untuk
meningkatkan mutu akademis, memerlukan sarana yang harus dibiayai dengan uang
SPP.
Perbaikan
: Untuk meningkatkan mutu akademis, kita memerlukan sarana yang harus dibiayai
dengan uang SPP.
14.Untuk
mendaki gunung seorang pendaki harus menyiapkan peralatan,stamina, dan semangat
yang tinggi.
Perbaikan
: Untuk mendaki gunung, seorang pendaki harus menyiapkan peralatan,stamina, dan
semangat yang tinggi.
15.Penelitian
itu masih dalam taraf pengumpulan data-data yang sangat diperlukan guna menguji
hipotesis.
Perbaikan
: Penelitian itu masih dalam tahap pengumpulan data yang nantinya sangat
diperlukan guna menguji hipotesis.
16.Hipotesis
nol adalah berarti tidak membedakan variabel x dan variabel y.
Perbaikan
: Hipotesis nol adalah hipotesis yang tidak membedakan variabel x dan y.
17.Masing-masing
mahasiswa yang mengikuti studi lapangan harus membawa sesuatu perlengkapan.
Perbaikan
: Setiap mahasiswa yang mengikuti studi lapangan harus membawa perlengkapan
penelitian nya.
18.Dalam
cerita itu dikisahkan seorang wanita yang berhasil menyelamatkan bayi yang dilahirnya
ketika peristiwa itu berlang-sung.
Perbaikan
: Cerita itu mengisahkan seorang wanita yang berhasil menyelamatkan bayi yang
dilahirkannya ketika peristiwa itu berlangsung.
19.Karena
sering sakit dan tidak masuk kuliah maka soal yang mudahpun tidak mampu
dijawabnya.
Perbaikan
: Karena sering sakit dan tidak hadir kuliah maka soal yang mudahpun tidak
mampu dijawabnya.
20.
Berhubung waktu ujian sudah mendesak, sehingga persiapan untuk belajar secara
mendalam tidak dilakukan.
Perbaikan
: Persiapan untuk belajar secara mendalam tidak dilakukan karena waktu ujian
sudah mendesak.
7.
Buatlah sebuah paragraf menggunakan kalimat efektif ( terdiri atas 5 kalimat )
!
Thursday, April 30, 2015 | Labels: BAHASA INDONESIA | 1 Comments
MAHASISWA BERPRESTASI
Kehidupan kampus mahasiswa hanya seputar di
kelas lalu pulang atau bertemu teman dan mengobrol. Apakah itu cukup? Tentu
saja tidak. Jika hanya seperti itu mahasiswa tidak akan menjadi seseorang yang
hebat kelak. Mereka juga harus berprestasi untuk menunjang karirnya. Selesai
kuliah, bekerja atau menambah daftar pengguran terdidik? Artinya, pada wilayah
ini mahasiswa bersentuhan dengan kemampuan akademik dan IPK.
Mahasiswa yang berprestasi adalah mahasiswa
yang terjamin kualitas sumber daya manusianya. Mereka dikatakan berprestasi
karena telah melakukan suatu hal yang lebih baik dari mahasiswa lainnya,
mendapat sebuah penghargaan atau menjadi mahasiswa yang mengukir catatan
kebanggaan lainnya. Prestasi mereka tentu saja tidak akan menjadi hitam diatas
putih. Prestasi yang diraih mahasiswa dapat digunakan untuk mempermudah
mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. Selain prestasi yang mereka
dapatkan, tentu saja juga membuat bangga orang tua, teman-teman, pendidik, dan
almamater.
Meskipun demikian, mahasiswa berprestasi
bukan yang hanya belajar, belajar, dan belajar saja, melainkan juga mampu dalam
berorganisasi serta memiliki budi pekerti luhur. Apalagi mahasiswa yang bisa
menyeimbangkan antara kuliah dan organisasi.
Mahasiswa sekarang, cenderung mempresepsikan
prestasi hanya sebatas kemampuan akademik dan IPK sehingga terjebak pada ranah
formalitas dan menganggap bahwa dosen merupakan medium satu-satunya sumber
ilmu. Kehidupan di kampus sebatas ajang bergaul dengan teman-teman satu kelas,
karena tidak mengikuti kegiatan apapun di kampus, kecuali kuliah. Mind-set yang
dibangun pun bersifat datar, yaitu IPK coumlade, kuliah tepat waktu, lulus jadi
PNS misalnya.
Maka setiap mahasiswa hendaknya benar-benar
bisa mengolah diri dan waktunya, ia harus mengetahui bagaimana caranya meraih
prestasi yang tinggi, dan melaksanakannya dengan penuh kesungguhan. Ini yang
harus diprioritaskan. Kemudian, ia harus menyisihkan waktunya untuk berlatih
berorganisasi. Ia bisa memilih di antara organisasi yang ada, baik intra maupun
ekstra kampus. Dalam hal ini ia harus selektif agar organisasi yang dipilihnya
tidak justru membelokkan tujuan pokoknya, yaitu berprestasi dalam studi. Yang terakhir ia harus belajar tentang
sopan-santun dan tata karma, baik dalam bertutur maupun berperilaku. Ia harus
bisa menempatkan diri di hadapan atau kepada siapa ia berucap dan bertindak.
Setiap orang hendaknya tahu, bahwa makin tinggi status orang yang dihadapi,
maka makin dibutuhkan kehalusan budi pekerti. Berprestasi, berorganisasi,
berbudi pekerti luhur, itulah sosok mahasiswa ideal.
===================================================
Gaya
kalimat yang digunakan,
a) Kalimat
berkompilasi:
- Maka
setiap mahasiswa hendaknya benar-benar bisa mengolah diri dan waktunya, ia
harus mengetahui bagaimana caranya meraih prestasi yang tinggi, dan melaksanakannya
dengan penuh kesungguhan.
- Berprestasi,
berorganisasi, berbudi pekerti luhur, itulah sosok mahasiswa ideal.
b) Kalimat
bervariasi:
- Apakah
itu cukup? Tentu saja tidak. Jika hanya seperti itu mahasiswa tidak akan
menjadi seseorang yang hebat kelak. (Variasi kalimat pertanyaan)
- Selesai
kuliah, bekerja atau menambah daftar pengguran terdidik? Artinya, pada wilayah
ini mahasiswa bersentuhan dengan kemampuan akademik dan IPK. (Variasi kalimat
pertanyaan)
- Prestasi
yang diraih mahasiswa dapat digunakan untuk mempermudah mendapatkan pekerjaan
setelah lulus kuliah. (Variasi kalimat pernyataan)
- Mind-set
yang dibangun pun bersifat datar, yaitu IPK coumlade, kuliah tepat waktu, lulus
jadi PNS misalnya. (Variasi kalimat pernyataan)
c) Kalimat
pengulangan:
- Meskipun
demikian, mahasiswa berprestasi bukan yang hanya belajar, belajar, dan belajar
saja, melainkan juga mampu dalam berorganisasi serta memiliki budi pekerti
luhur. (Kalimat berepetisi bentuk)
d) Kalimat
pengonstruksian idiomatik:
- Selain
prestasi yang mereka dapatkan, tentu saja juga membuat bangga orang tua,
teman-teman, pendidik, dan almamater.
Thursday, April 30, 2015 | Labels: ARTIKEL | 1 Comments
Subscribe to:
Posts (Atom)
Copyright by Fauziah Safarina 2012. Powered by Blogger.
MY CAMPUS
STUDENTSITE NEWS
About Me
Facebook Contact
My Twitter

My Tweets
Popular Posts
-
Ini salah satu bahan praktikum fisika dasar gue pas masih di tingkat 1. Gue share supaya bisa membantu peserta praktikum tingkat 1 lainnya...
-
I. Pengertian Ejaan Ejaan ialah penggambaran bunyi bahasa dengan kaidah tulis-menulis yang distandardisasikan. Lazimnya, e...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Manusia sebagai makhluk sosial senantiasa membutuhkan orang lain. Meskipun hidup ber ke...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada umumnya manusia banyak tujuan yang hendak dicapai sepanjang hidupnya. Seringkali ...
-
1. Teori Perilaku Produsen Teori Perilaku Produsen adalah teori yang menjelaskan tentang bagaimana tingkah laku produsen dalam me...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang kaya akan budaya dan dae...
-
Kolom yang tersedia untuk menuliskan program COBOL adalah kolom 1- 80, dengan ketentuan : 1) Kolom 1 – 6 : Digunakan untuk ...
-
1. (What) Apa itu Telematika? Jawab: Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Telematika adalah saran...
-
Program COBOL dibagi kedalam 4 bagian yang disebut dengan Division . Masing-masing divisi dimulai dengan judul divisi deengan urutan sbb :...
-
Level number atau nomor jenjang adalah suatu nomor yang menunjukkan jenjang dari data item dalam suatu record. Level number yang digunakan...
.jpg)
